BEHEL GIGI : SAKIT ATAU TIDAK ?

Perawatan Gigi yang Boleh Dilakukan Saat Puasa
Mei 21, 2018
Show all

BEHEL GIGI : SAKIT ATAU TIDAK ?

 

oleh : drg. Stephanie Adelia Susanto, MM, Sp.Ort

 

“Pengen pakai behel tapi takut sakit.”

 

Ayo angkat tangan siapa yang berpikiran seperti itu juga? (I cannot see you raising your hand but I am sure you think of it too since you’re reading this article.) So, mari kita membahas seperti apa sih “sakitnya” pakai behel secara blak-blakan, jujur dan no sugarcoating berdasarkan pengalaman saya sebagai dokter gigi spesialis ortodontis (6 years experience) dan sebagai pasien behel saat SMP selama 4 tahun.

KENAPA BEHEL ITU SAKIT ?

Karena tujuan kita adalah merapikan gigi, jadi of course gigi-gigi yang ada harus digerakkan dan digeser-geser. Nah, untuk tujuan itu, ortodontis harus memberikan gaya atau tekanan ke gigi-gigi tertentu supaya bisa gerak ke arah yang dituju. Ketika diberi gaya itulah gigi menerima tekanan yang cukup besar yang bisa memicu perubahan tulang di sekitar gigi sehingga gigi bisa bergeser.

SAKITNYA SEPERTI APA ?

Tenang, sakit yang dirasakan ketika pakai behel itu bukan sakit yang tajam seperti ditusuk jarum atau disuntik. Sakitnya lebih seperti sakit tumpul karena kencang (kalau bahasa jawanya : kemeng), seperti kalau orang sudah lama tidak olahraga kemudian olahraga otot-ototnya akan terasa sakit ketika bergerak. Nah, karena gigi-gigi sedang ‘kemeng’, ketika dipakai untuk menggigit akan terasa lemah dan ga kuat untuk gigit keras.

Sakit seperti itu akan terasa kurang lebih 3 hari setelah kontrol bulanan (jadi ga sakit terus-terusan selama perawatan behel ya guys). Misal bulan ini kontrol behel tanggal 1 Mei, sakitnya akan terasa kurang lebih sampai 4-5 Mei, kemudian tanggal 6-31 Mei sakitnya sudah tidak kerasa, sampai waktunya kontrol 1 Juni. Begitu kira-kira.

Kalau dirasa sakitnya mengganggu aktivitas, boleh minum obat pain killer kok, jadi bisa mengurangi rasa sakitnya.

REALITA

Basicly,tiap pasien akan merasakan beda-beda rasa sakitnya, tergantung tingkat ambang batas sakit masing-masing orang. Kalau menurut pengalaman saya sendiri (behel gigi 4 tahun saat SMP), sama sekali tidak terasa sakit, makan biasa aja, tidak pernah minum obat pain killer, kadang-kadang (tidak selalu) setelah kontrol terasa kencang dan waktu gigit makanan jadi harus pelan-pelan.

Nah kalau cerita pasien, ada macam-macam:

Ada yang bilang sakit banget. (Persentase pasien yang mengalami : sedikit)

Ini biasanya pada pasien-pasien yang sedang diberi alat tambahan khusus jadi memang gigi tertentu diberi gaya ekstra.

Ada yang bilang lumayan sakit tapi masih tolerable. (Persentase pasien yang mengalami : banyak)

Nah ini yang paling banyak diceritakan pasien. Biasanya pasien akan merasakan giginya ‘kencang’ selama beberapa hari setelah kontrol tetapi tidak sampai merasa harus minum obat pain killer.

Ada juga yang tidak merasa sakit sama sekali.

(Persentase pasien yang mengalami : lumayan banyak)

Beruntunglah pasien-pasien ini yang tidak perlu merasakan sakit selama perawatan.

 

Nah jadi itu kurang lebih penjelasan mengenai sakitnya pakai behel gigi, neverthelessbehel gigi itu sangat bermanfaat lho untuk kesehatan dan keawetan gigi kamu sampai tua (bonus tambah cakep karena gigi rapi) jadi walaupun ada rasa sakit dikit-dikit semua itu akan worth it pada akhirnya dengan senyum kamu makin indah & sehat.

No pain no gain!

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *